Featured Post

Kenapa Singapura Bisa Menjadi Negara Maju?

Kenapa Singapura Bisa Menjadi Negara Maju?

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication

Assalamualaikum
Halo teman Jenama~

Setelah memahami tentang Advertising, sekarang kita lanjut membahas alat komunikasi pemasaran yang kedua, yaitu Online Communication (Komunikasi Daring).

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication


- Apa itu Online Communication?


Online communication adalah bentuk komunikasi yang dilakukan perusahaan/brand secara online. Seperti yang kita ketahui, zaman sekarang orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Sehingga pemasar juga harus hadir dan menarik perhatian calon konsumen di dunia maya.

Bentuk nyata dari online communication adalah company website (portal perusahaan). Jadi ini tidak termasuk media sosial ataupun online shop.

- Apakah Brand Wajib Memiliki Company Website?


Jawabannya, iya. Brand atau perusahaan yang bagus itu adalah yang memiliki company website sendiri. Company website berfungsi sebagai representasi resmi perusahaan.

Jika diibaratkan, company website itu adalah kantor pusat. E-commerce itu mall, official store website itu toko resmi, dan media sosial itu adalah tim promosi di lapangan. Jadi, bisa dilihat company website itu berbeda dengan online shop dan media sosial.

Bayangkan kalau ada calon konsumen (B2B) yang serius ingin bertemu dengan manajer penjualan, tentu dia akan mendatangi kantor pusat untuk mencari tahu atau bertanya langsung kepada karyawan.

Berikut contoh Sido Muncul yang memiliki Company Website dan Official Store Website

- Company Website : terdapat visi perusahaan hingga lowongan kerja 

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication

- Official Store Website : terdapat katalog produk, promo, membership dan informasi reseller

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication

- Seperti Apa Company Website yang Bagus?


Oleh karena itu, perusahaan harus dapat merancang company website yang dapat menampilkan visi, tujuan, sejarah dan produk mereka. Selain itu, juga harus dapat membuat website yang menarik sehingga mendorong kunjungan berulang.

Pengunjung biasanya akan menilai performa website dari kemudahan penggunaan dan daya tarik fisik. Kemudahan penggunaan seperti navigasi yang jelas dan konten/tulisan yang mudah dipahami. Sementara daya tarik fisik seperti tata letak, pemilihan jenis dan ukuran font, gambar, dan warna.

Apakah sebuah perusahaan berhasil membuat website yang bagus dan menarik, bisa dilihat dari jumlah kunjungan dan durasi kunjungan.

Tidak hanya perusahaan, tapi seorang atlet atau public figure lainnya juga sangat dianjurkan untuk memiliki official website untuk meningkatkan profesionalitas. Berikut contoh website Lando Norris, pembalap F1, yang sangat bagus dan profesional.

Cek : https://landonorris.com/ (WAJIB LIHAT LANGSUNG SUPAYA TAU BETAPA KERENNYA SITUS INI)

Apakah Brand Wajib Punya Website Sendiri? Peran Website sebagai Online Communication

- Bagaimana Menarik Pengunjung Online?

Setelah memiliki company website, tugas tim pemasar selanjutnya adalah menarik pengunjung sebanyak mungkin. Pengunjung tidak mungkin datang begitu saja, apalagi kalau perusahaannya baru berdiri. Bahkan perusahaan besar juga harus berjuang menjadi yang pertama di halaman pertama Google, mengalahkan website pesaing.

Ada dua teknik yang dilakukan untuk dapat menjadi yang pertama di halaman pertama Google, yaitu Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM).

Search Engine Optimization (SEO) berfokus pada optimasi konten situs secara organik agar muncul di peringkat teratas hasil pencarian nonberbayar. Sehingga teknik ini lebih hemat dan berguna untuk jangka panjang.

Search Engine Marketing (SEM) adalah strategi berbayar di mana perusahaan memesan kata kunci (keyword) tertentu agar iklannya tampil di posisi strategis hasil pencarian, dengan biaya yang dihitung berdasarkan jumlah klik (pay-per-click).

Untuk memaksimalkan kedua strategi ini, pemasar harus secara bijak memilih kata kunci. Dimulai dari menggunakan istilah umum untuk membangun kesadaran merek (brand building) dan istilah spesifik untuk mendorong penjualan (conversion). Selain itu, pemasara juga harus mengelola anggaran riset keyword secara efisien sesuai dengan potensi imbal hasil (return on revenue).

***

Sekian penjelasan singkat mengenai company website. Pada artikel berikutnya kita bahas alat komunikasi pemasaran yang ketiga, yaitu social medial

Salam
ruangjenama
OlderNewest

Post a Comment