Assalamualaikum
Halo teman Jenama~
Sebelumnya kita sudah belajar secara garis besar mengenai definisi Integrated Marketing Communication (IMC) dan 8 alat komunikasi pemasaran di era digital.
Sekarang mari kita mengenal lebih detail salah satu alat komunikasi pemasaran, yaitu Advertising atau periklanan.
Saat mendengar kata iklan, apa yang terlintas di pikiranmu?
Jujur, kalau saya pribadi langsung teringat iklan di TV. Sebagai anak 90-an, TV itu sudah menjadi hiburan utama sejak kecil. Iklan di TV itu sangat menarik, baik dari segi ceritanya, gerakannya, maupun lagunya. Sehingga waktu kecil, bukannya kesal tapi malah senang kalau ada iklan di tengah-tengah sinetron atau acara TV. Dan saya ingat, banyak istilah gaul yang diambil dari iklan.
Sekarang kita pahami dulu, apa sebenarnya Advertising itu.
Definisi Advertising
Advertising atau periklanan adalah segala bentuk presentasi dan promosi ide, barang, jasa, hingga merek menggunakan media berbayar. Yang dibayar itu adalah waktu (seperti iklan di TV dan Radio) dan ruang (seperti iklan di koran dan halte bus).
Bentuk-bentuk Advertising populer
Hingga penjelasan di atas, kita sudah melihat bahwa iklan itu ada banyak macamnya. Berdasarkan buku Marketing Management oleh Kotler et al. (2022), setidaknya ada 5 bentuk advertising terkenal dan masih dipakai hingga sekarang
1. Television Advertising
TV sudah diakui secara umum sebagai media periklanan yang paling ampuh dan memiliki jangkauan konsumen yang luas.
Iklan TV memiliki tiga keunggulan. Pertama, TV dapat dengan jelas memperlihatkan atribut produk karena berupa tayangan visual. Kedua, iklan di TV biasanya sangat kreatif dan dapat memperlihatkan secara dramatis mengenai detail produk dan kegunaannya. Ketiga, TV memiliki kesempatan untuk menjangkau audiens saat siaran langsung di acara-acara penting.
Namun, sekarang dengan berkembangnya media sosial dan platform streaming seperti Netflix, TV kehilangan banyak penonton. Hal ini menuntut marketer untuk lebih pintar dalam memasang iklan di TV.
Seperti yang sudah pernah kita bahas, yang terpenting dalam IMC adalah dapat mencapai target dengan cara yang efektif dan biaya yang efisien. Untuk itu, dengan kondisi sekarang, marketer harus bisa merencanakan proyek iklan di TV dengan baik. Mulai dari mencari tahu program apa yang paling populer dan program mana yang cocok dengan produk yang akan diiklankan. Misalnya, produk Kecap Bango memasang iklan saat program MasterChef Indonesia.
2. Radio Advertising
Memasang iklan di radio masih menjadi pilihan bagi marketer yang ingin mengomunikasikan produk atau brandnya.
Ada plus dan minus saat marketer memasang iklan di radio. Plusnya adalah biaya iklan di radio lebih murah dibandingkan dengan biaya iklan di TV, dan minusnya adalah tidak semenarik di TV karena iklan di radio benar-benar mengandalkan suara.
Sama seperti TV, pendengar radio saat ini juga sudah berkurang karena adanya media sosial dan platform streaming seperti Spotify. Sehingga marketer juga butuh pertimbangan saat memasang iklan di radio.
Satu hal yang pasti, orang yang mendengarkan radio berarti menyukai musik. Sehingga pihak-pihak yang cocok beriklan di radio adalah penyanyi. Seperti untuk mempromosikan lagu terbaru dan juga promosi jadwal konser.
3. Print Advertising
Brand juga dapat memasang iklan di media cetak seperti koran dan majalah. Keunggulan memasang iklan di media cetak adalah lebih murah daripada media siaran. Selain itu, pembaca dapat melihat dan memahami iklan lebih lama karena yang dibeli oleh pemasar adalah ruang di media cetak tersebut.
Koran dan majalah memiliki karakter masing-masing, sehingga iklan yang dipasang juga harus sesuai. Koran adalah media yang berfokus pada kecepatan informasi, aktualitas, dan jangkauan lokal/regional, sehingga lebih efektif untuk iklan yang berisi detail kalimat, pengumuman, promosi harga, diskon, atau acara berbatas waktu.
Sementara majalah adalah media yang berfokus pada kualitas visual, segmentasi gaya hidup dan diterbitkan pada periode tertentu. Sehingga iklan majalah condong membangun brand awareness, reputasi, dan aspirasi gaya hidup daripada sekadar promosi harga instan.
4. Place Advertising
Place Advertising adalah kategori luas dan merupakan bentuk periklanan yang berusaha menarik perhatian konsumen di berbagai tempat seperti di jalan, halte, pasar dan lainnya.
Ada 4 bentuk place advertising yang terkenal, sebagai berikut:
- Billboard
Billboard atau papan reklame biasa kita temukan di jalan dengan berbagai ukuran. Billboard sekarang bentuknya macam-macam dan sangat kreatif. Ada yang berupa gambar statis dan ada juga yang berupa video.
Terkadang brand tidak harus menuliskan detail produk yang dipasarkan di Billboard, tapi brand harus bisa membuat tampilan yang unik dan kreatif sehingga menarik perhatian orang di sekitarnya.
Sementara kalau kita lihat dari lokasinya, Billboard yang paling ikonik itu ada di Times Square, New York, dan Shibuya Crossing di Tokyo, Jepang.
- Public Spaces
Jika Billboard memang dirancang sebagai tempat untuk memasang iklan, maka public spaces adalah bentuk pemasangan iklan di tempat yang tidak biasa dan terlihat lebih mencolok.
Kalau di Jakarta kita bisa menemukan public spaces advertising di sebuah gerbong KRL, halte TransJakarta, bus, dinding bangunan dan lainnya.
- Product Placement
Bagi pecinta drama Korea mungkin sudah tidak asing dengan istilah product placement. Ini merupakan bentuk iklan di mana sebuah produk muncul di film atau drama. Seperti permen Kopiko yang muncul di drama Vincenzo dan Hometown Cha Cha Cha.
- Point of Purchase
Pernahkah kamu melihat sebuah stan tester minuman atau camilan di supermarket? Sebenarnya itu bentuk dari point of purchase. Jadi, sebuah brand membayar spot di supermarket tersebut untuk mempromosikan langsung produknya kepada calon konsumen.
Cara ini cukup ampuh untuk sebuah brand kecil untuk memperkenalkan diri mereka dan produk unggulannya secara langsung kepada calon konsumen.
5. Online Advertising
Online Advertising adalah bentuk promosi produk atau layanan melalui media internet. Metode ini mencakup berbagai bentuk iklan digital (seperti iklan tampilan/display ads, iklan pencarian/search ads, hingga native ads) yang dirancang untuk menarik perhatian, menargetkan audiens secara presisi, dan dampaknya dapat dilacak secara langsung oleh pemasar.
Kelebihan online advertising:
- Dapat diukur & pelacakan akurat
- Penempatan kontekstual
- Format konten sangat beragam
- Potensi display ads yang tinggi
Kekurangan online advertising:
- Sering dianggap menggangu
- Konsumen bisa menghindari iklan
- Risiko klik palsu
Ada bentuk khusus dari online advertising yaitu native advertising. Native advertising adalah bentuk iklan berbayar yang menyatu dengan format, gaya visual, dan aliran editorial media tempat iklan tersebut muncul. Iklan ini dirancang agar tidak mengganggu (non-disruptive) audiens.
Bentuk dari native ads:
- Content Recommendations: artikel terkonfirmasi/disarankan yang muncul di bawah artikel utama editorial.
- In-Feed Advertisements: iklan yang muncul secara alami di dalam news feed media sosial.
- Search Listings & Promoted Listings: iklan atau daftar promosi yang muncul di bagian atas hasil pencarian organik (seperti pada Google).
***
Sekian penjelasan tentang salah satu alat komunikasi pemasaran yang paling populer, yaitu advertising/periklanan.
Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat dan jika ada tambahan atau koreksi, silakan tuliskan di kolom komentar.
Sumber referensi buku :
Kotler, P., Keller, K. L., & Chernev, A. (2022). Marketing management (16th ed.). Pearson Education Limited.
Salam
ruangjenama





Post a Comment