Featured Post

Kenapa Penjualan Menurun? 4 Kesalahan Kecil yang Bikin Toko Online Kamu Sepi!

Kenapa Penjualan Menurun? 4 Kesalahan Kecil yang Bikin Toko Online Kamu Sepi!

Kenapa Penjualan Menurun? 4 Kesalahan Kecil yang Bikin Toko Online Kamu Sepi!

Ruang Jenama

Assalamualaikum,
Halo teman Janama~

Berjualan secara online telah menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mencari nafkah, baik itu sebagai pekerjaan utama maupun sebagai usaha sampingan. Penjual tidak perlu memikirkan sewa toko yang mahal, mereka tinggal berjualan dari rumah melalui e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop dan lainnya.

Tapi tantangan selanjutnya adalah siap bersaing dengan ribuan penjual dari berbagai daerah, karena produk dan toko dapat dengan mudah dibandingkan oleh para calon pembeli.

Nah, di sinilah para penjual diuji kemampuannya untuk berdagang dengan baik di dunia online. Ntah itu dengan strategi harga, kualitas produk, branding dan lainnya untuk menarik pembeli hingga meningkatkan penjualan.

Setiap penjual pasti ingin adanya peningkatan penjualan/omset setiap bulan, atau setidaknya stabil. Kalau penjualan menurun dan bahkan sepi, rasanya pasti kecewa. Kalau sudah begini, biasanya yang terlintas adalah memasang iklan berbayar atau memberikan diskon besar untuk menarik pembeli.

Namun, sebelum melakukan itu semua, sebaiknya kamu pahami dulu apa yang membuat tokomu sepi.

Pada tulisan kali ini, saya ingin share beberapa hal yang menjadi alasan toko online sepi. Yang mana ini berdasarkan pengalaman pribadi setelah bertahun-tahun berjualan di Shopee & TikTok Shop.


4 Kesalahan Kecil yang Bikin Toko Online Kamu Sepi



1. Lupa menonaktifkan fitur Toko Libur

Kesalahan kecil pertama yang pernah saya alami adalah lupa menonaktifkan fitur Toko Libur.

Baik di Shopee dan TikTok Shop terdapat fitur Toko Libur, yang mana cara kerjanya berbeda. Jika status toko libur maka produk tidak akan tampil di page Shopee maupun TikTok Shop.

Kalau di Shopee, penjual bisa langsung aktifkan tombol Toko Libur, dan saat itu juga status toko menjadi sedang libur. Lalu bisa dinonaktifkan jika sudah selesai libur, yang berarti toko sudah beroperasi kembali.

Sementara kalau di TikTok Shop, penjual harus mengatur rentang waktu, kapan mulai dan selesai libur. Penjual harus menyelesaikan semua pesanan terlebih dahulu, baru fitur toko libur bisa aktif.

Waktu itu, setelah liburan saya heran kenapa nggak ada penjualan di TikTok Shop padahal di Shopee ada. Karena normalnya omset toko saya lebih banyak di TikTok Shop daripada Shopee. 

Setelah saya cek, ternyata tanggal berakhir Toko Libur di TikTok Shop masih beberapa hari lagi. Sepertinya saya sebelum liburan saya asal memasang tanggal dan bodohnya, nggak memeriksanya lagi. 

Yah, nggak heran kalau nggak ada yang beli. Toh tokonya masih tutup!


2. Tidak mengaktifkan COD

Saya yakin banyak penjual yang nggak begitu suka dengan sistem pembayaran COD. Tapi ternyata efeknya cukup berpengaruh pada penjualan. Mungkin kebanyakan pengguna COD adalah anak sekolah hingga ibu rumah tangga yang nggak punya rekening bank sendiri.

Bebeberapa bulan lalu saya merasa penjualan di Shopee menjadi sepi, padahal di TikTok Shop masih normal. Hingga muncul DM dari konsumen yang bertanya, "Kak, kok nggak bisa COD? Padahal aku mau beli tapi cuma bisa pembayaran dengan COD".

Saya bingung, kenapa konsumen itu nggak bisa COD padahal toko saya sudah di-setting bisa COD dari dulu. Lalu saya memeriksa pesanan konsumen sebelumnya yang pembayaran dengan cara COD, dengan maksud untuk membuktikan bahwa toko saya bisa COD. Ternyata sudah berapa minggu, semua pembeli melakukan pembayaran non COD. 

Entah saya yang lupa atau bagaimana, intinya dari temuan itu, saya langsung mengaktifkan (kembali) metode COD dan akhirnya konsumen tersebut bisa berbelanja di toko saya. Dan setelah itu, penjualan di Shopee mulai normal kembali.


3. Belum update periode promo/diskon

Saya percaya banyak penjual yang masih menggunakan strategi harga diskon. Bagaimanapun pembeli lebih suka melihat angka dicoret, karena ada kesan harga lebih murah dari aslinya.

Saat membuat program diskon, ada rentang waktu yang harus ditentukan oleh pembeli. Dan setiap e-commerce memberikan batas maksimal waktu untuk program diskon.

Sudah beberapa kali saya merasakan penjualan menurun dan ternyata alasannya adalah karena program diskon di toko saya sudah habis. Sehingga semua harga kembali ke harga semua yang tentu saja nggak menarik untuk dilihat.

Jadi, saran untuk penjual, harus rutin memeriksa periode program diskon, bundling dan lainnya.


4. Tidak update stock barang

Ini kesalahan kecil yang membuah kesal pada diri sendiri, yaitu lupa update stok barang! 

Bagi penjual yang berjualan di beberapa e-commerce dan update stok secara manual, benar-benar harus rajin mengecek stok. Karena biasanya tingkat penjualan produk di e-commerce itu beda.
 
Misalnya saya menjual baju warna putih di TikTok Shop dan Shopee dengan stok masing-masing 20. Ternyata penjualan di TikTok shop lebih cepat, yaitu dalam seminggu sudah sold out sementara di Shopee baru terjual 2.

Saat produk di TikTok Shop sold out, sebaiknya langsung update stok walaupun kamu belum membeli stok lagi. Caranya dengan memindahkan sebagian stok dari Shopee.

Jangan sampai membiarkan stok kosong di toko yang paling ramai, supaya penjualan nggak menurun.

***

Demikian kesalahan kecil atau alasan receh, simpel, sederhana yang membuat toko online kamu sepi atau penjualan menurun. Semuanya berdasarkan pengalaman saya berjualan di Shopee dan TikTok Shop selama hampir lima tahun. 

Semoga membantu teman-teman yang juga berjualan online, yah.

Terima kasih sudah mampir ke blog ini.

-Ruang Jenama-
OlderNewest

Post a Comment